Porak Poranda! Ini potret Lahan Pertanian di Rantau Pandan Akibat PETI

Saung narasi.com – Perlawanan pemuda Rantau Pandan atas Aktivitas PETI Mengunakan Excavator membuahkan hasil. Dua alat excavator yang beroperasi di aliran sungai pinggir perkampungan akhirnya hengkang.

Datuk Rio Rantau Pandan Ns Akbar Anil Pane membenarkan hal tersebut, aktivitas PETI Mengunakan Excavator di wilayah desanya sudah tiada.

” Laporan dari perangkat desa ke saya kedua nya sudah beraktivitas lagi,” ujar Datuk Rio.

Hal senada juga diakui oleh Arafat pengurus karang taruna rantau pandan, kedua alat berat sudah beranjak dari wilayah rantau pandan.

“Iya bang, sudah geser kemarin sore. Dua alat berat, tapi sayo tidak nama apa merek alatnya,” ungkapnya, Senin (5/8/ 2024)

Sebelumnya, ratusan warga Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Jambi melakukan aksi demonstrasi menolak aktivitas PETI menggunakan ekskavator di Rantau Pandan, Rabu 31 Juli 2024.

Mereka yang terdiri dari pemuda, ibu-ibu dan remaja setempat turut menyuarakan aksi protes terhadap pelaku PETI yang sudah terang-terangan mengeruk emas di wilayah Rantau Pandan.

Dalam orasinya, massa menyebutkan bahwa aktivitas pelaku PETI sudah terang-terangan, sedangkan ribuan masyarakat menderita tercemarnya air sungai.

“Kami tidak peduli, yang penting alat itu keluar pak,” gaung salah satu orator demo.

Terpotret puluhan lahan pertanian sepanjang aliran sungai terlihat porak poranda bekas aktivitas PETI Mengunakan Excavator. Ditambah mesin Dompeng. Kini ketahanan pangan, air bersih dan lubuk larangan desa terancam. Warga berharap aktivitas sama tidak terulang kembali. (Tm/JB)

Komentar