Saungnarasi.com- Dugaan skandal Perselingkuhan oknum tenaga pendidikan dengan status PPPK di SD Negeri 205 dusun Bangun Harjo, Kecamatan Pelepat Ilir, Bungo-Jambi mencuat dan terus menjadi buah bibir masyarakat hingga saat ini.
Jumadi kepsek saat dikonfirmasi lewat telpon washapp membenarkan kedua oknum ASN berstatus P3K bertugas disekolahnya. Keduanya berstatsus berkeluarga, atas perbuatan keduanya pihak sekolah memberikan sangsi.
” Benar keduanya bertugas di sekolah kami. Tapi sudah selesai dan keduanya dikenakan sangsi SP 1,” ujarnya.
Terkait sidang adat dilakukan pihak pemerintah desa atas keresahan ulah dari perbuatan tersebut, Kepsek milih tidak berkomentar.
” Ranahnya pemerintah desa, saya tidak bisa berkomentar,” ungkapnya.
Terkabar, kedua tenaga pendidik ini benar-benar telah dilakukan sidang adat di desa setempat beberapa waktu lalu. Hasil kesempatan pemerintah dusun, keduanya didenda adat untuk Ar ( laki-laki ) membayar denda Rp 24 juta dan El ( Perempuan) dikenakan sangsi Rp 12.500. 000 serta memenuhi ketentuan adat lainnya.
Terpisah, salah satu warga setempat meminta pihak pemerintah daerah dalam hal ini dinas pendidikan untuk benar-benar mempertimbangkan atas kasus ini.
” Ini ranah pendidikan, tidak sepantasnya ini terjadi. Apalagi membiarkan keduanya masih bertugas disatu sekolah,” ujarnya.
Kendati, berdampak dengan moral generasi disekolah tersebut. Segera keduanya pindahkan dengan tempat terpisah.
” Jangan seolah tidak terjadi apa-apa, tidak layak kita jelaskan dengan detil. Minta dinas pendidikan menyelesaikan permasalahan ini demi menyelamatkan generasi di sekolah tersebut,” fungkasnya. Meminta namanya tidak di tulis.
Terpisah, bersangkutan saat dikonfirmasi dengan nomor henphon 0822xxxx 06 diduga nomor pribadi milik El tersambung sempat konfirmasi. Saat mempertanyakan kasus tersebut ia mengelak mengakui salah sambung dan menutup sambungan telpon.
” Maaf ya salah sabung..maaf ya,” tutupnya. Selasa (3/2/2026)
Kasusnya ini, terus viral diakun medsos. Lagi-lagi warga dan orang tua siswa dilembaga tersebut, minta keduanya segera dipindahkan di sekolah tersebut.(*/An).






















Komentar