Saungnarasi.com- Kegiatan haflatul imtihan anak-anak ngaji malam di kediaman pribadi ustadz muda Muji Harianto dusun Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan, Bungo-Jambi jelang bulan suci Ramadhan 2026, berlangsung Sabtu pagi (14/02/2026) membuat sejarah baru dan tuai pujian.
Pasalnya, tradisi tercipta atas inisiatif mak-mak yang kompak patungan untuk membeli Kerbau dan disembelih untuk keperluan acara konsumsi haflatul imtihan.
Ibu Nia peran “Penggerak” dan “Promotor” mengakui awalnya sempat meragukan atas niat besar tersebut. Namun, semangat dan dukungan dari mak-mak lainnya timbul rasa optimisme sehingga rencana tersebut benar-benar terwujud.
” Syukur kami, rencana besar ini terujud. Tidak ada yang tidak mungkin bila bergerak bersama. Semua berkat dukungan para suami dipicu semangat anak-anak,” ujar ibu Nia.
” Niat ini dari jauh hari, uang patungan rela kita jemput dari satu rumah kerumah lainnya. Cari kerbau kesana sini pun kita mak-mak, ” fungkasnya.
Tuai Pujian, suksesnya acara tersebut semua kalangan memuji aksi mak-mak. Menjadi sejarah baru orang tua anak ngaji malam kompak dan mampu sembelih kerbau saat acara imtihan. Ustaz Muji Harianto pun ketimpa pujian dari masyarakat luas.
” Tentu salut kita, mak-mak Patungan membeli kerbau. Ini imtihan ngaji malam dirumah pribadi,” ujar M.Yasin melontar pujian saat menghadiri acara.
Para imam masjid dan tokoh masyarakat lain juga senada memberikan pujian. Teruntuk kepada ustaz muda Muji Harianto kedepan berharap kegiatan sama kembali diselenggarakan lebih meriah lagi.
” Kalau surau dan madrasah sembelih kerbau saat imtihan sudah biasa kita temui dari dulu. Ini kelompok kecil ngaji malam, sungguh luar biasa,” ujar mereka.
Kemajuan pendidikan anak-anak dengan metode pengajaran oleh ustadz Muji pun dianggap mereka tidak biasa, baik tentang hapalan Al-Qur’an dan lainnya. Anak-anak mampu memberikan terbaik miskipun di cecar pertanyaan dari para imam masjid tokoh agama saat acara berlangsung.
Terpantau, saat memberikan sambutan ustadz Muji Harianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada para orang tua dan permohonan maaf atas keterbatasan ilmu yang dimilikinya.
” Saya ucapkan terima kasih dan permohonan maaf saya, atas keterbatasan ilmu yang saya miliki. Pada acara haflatul imtihan tahu ini para orang tua dapat mengukur kemampuan masing-masing anak. Saya juga menyadari banyak orang tua yang belum dan tidak puas atas hasil yang didapatkan oleh anak-anak,” ujarnya.
Masukan semua pihak diakuinya sebuah motivasi bagi dirinya kedepan memberikan yang terbiak atas amanah yang diberikan para orang tua kepadanya. Bicara Masalah ibu-ibu berpatungan untuk kerbau, diakui ustadz Muji sebuah kebanggaan dan kehormatan para orang tua kepada dirinya.
” Sungguh luar biasa, sudah koordinasi kepada saya. Semangat dan tradisi ini kedepannya dipertahankan. Mak-mak luar biasa,” fungkasnya.
Karena keterbatasan tempat dirumahnya, acara Imtihan kali ini berpusat di sebuah rungan aula di lembaga pendidikan agama di desa setempat. (Ans)





















Komentar