Saungnarasi.com- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPAD) Kabupaten Bungo, gelar kegiatan Lokakarya literasi Digital tahun 2025 gelombang pertama. Acara berpusat di aula lantai dua gedung perpustakaan, Rabu (12/11/2025) melibatkan peserta berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, pelagiat literasi, sampai masyarakat umum.
Peltu kepala DPAD Bungo Ir.Hendry Yusuf saat membuka acara menyampaikan Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Bungo menggunakan teknologi digital secara efektif dan aman serta mendiskusikan strategi penerapannya dalam rangka pengembangan konten literasi berbasis kearifan lokal sebagai salah satu penunjang peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat.
” Pentingnya literasi digital, namun bila tidak disikapi dengan bijak dapat menimbulkan hal yang buruk untuk masa depan generasi. Berharap peserta dapat mengembangkan ilmu pengetahuan ini ke masyarakat luas,” pintanya.
Sementara Kabid Perpustakaan Hj Siti Jamilah menyebutkan,Kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bidang Perpustakaan Tahun 2025. Digelar dua gelombang melibatkan semua kalangan masyarakat.
“Perpustakaan benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam mendorong peningkatan kualitas hidup, pendidikan, ekonomi berbasis pengetahuan dan teknologi di masyarakat Bungo,” ujarnya.
“Melalui lokakarya ini, kami ingin mengajak seluruh peserta untuk memperkuat peran masing-masing dalam membangun ekosistem literasi digital yang sehat,” imbuhnya.
Pemateri Zulmi dosen Universitas Muhammadiyah Muara Bungo (Ummuba) selain memberikan apresiasi kepada pihak DPAD Bungo, memaparkan kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya budaya bermedia sosial yang sehat, cerdas, dan produktif di Kabupaten bungo.
” Teknologi saat ini sudah
bergantungan yang melekat setiap orang, mulai dari sampai tidur lagi kita tak lepas dari teknologi. Namun ingat, Analogi bahwa digital ibarat pisau sering digunakan untuk menggambarkan bahwa teknologi digital memiliki dua sisi, yaitu manfaat besar dan potensi bahaya, tergantung pada cara penggunaannya,” paparnya. (Sn)



























Komentar