Suangnarasi.com- sebanyak 27 kepala keluarga (KK) penghuni Perumahan Alkautsar Residence 4 Pal 9, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi, mengeluhkan belum terpasangnya kWh meter listrik di rumah mereka, meski telah menempati hunian tersebut selama berbulan-bulan.
Kondisi itu memaksa warga menggunakan sambungan listrik sementara dari kantor pemasaran. Meskipun mereka menyadari bahaya keselamatan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, warga mengakui awalnya menyalahkan pihak pengembang setelah berulang kali mendapat penjelasan terkendala dengan pihak PLN cabang Bungo, Meraka mempertanyakan sikap pihak PLN yang sejauh ini belum memberikan penjelasan atas kendala tersebut.
Helin, salah satu penghuni menyadari sambungan 27 rumah dari satu kWh sangat membuat mereka ketakutan atas bahayanya. Namun, itu terpaksa dilakukan Nyambi menunggu kepastian pemasangan kWh dari pihak PLN.
“ Sekarang terpaksa 27 rumah sudah ditempati, aliran listrik masih bergantung pada satu meteran saja,” kata Helin, Rabu siang (14/10/2026).
Kendati, persoalan tersebut telah ditanyakan kepada pihak pengembang. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, pemasangan jaringan listrik masih terkendala proses di pihak PLN Muara Bungo.
“Kami berharap ada kejelasan mengenai tahapan dan waktu pemasangan jaringan, agar warga tidak terus berada dalam ketidakpastian, kalian kami pak sepeti ini terus setiap hari, dimana keadlian negara untuk rakyat kecil sepeti kami ini,” katanya.
“Kami berharap PLN segera menindaklanjuti pemasangan tiang dan jaringan listrik ke perumahan ini. Listrik sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari,” ungkapan senada dari Maulana juga penghuni perumahan.
Sementara itu, pengelola Alkautsar Residence 4, Muhammad Rajib, mengatakan pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan pemasangan jaringan listrik kepada UPT PLN Muara Bungo.
Menurut Rajib, pihak pengelola telah berupaya memenuhi persyaratan yang diperlukan. Namun, hingga kini, pemasangan jaringan belum terealisasi dan pihaknya belum memperoleh kepastian tindak lanjut.
“Selaku pengelola, kami sudah tiga kali melayangkan surat kepada UPT PLN Muara Bungo untuk pemasangan tiang dan penyaluran listrik. Namun, sampai sekarang jaringan belum terpasang,” ujar Rajib.
Ia berharap PLN dapat segera menindaklanjuti permohonan tersebut, mengingat rumah-rumah di kawasan itu sudah dihuni dan kebutuhan listrik semakin mendesak.
Rajib menegaskan, penyediaan hunian bagi masyarakat perlu diiringi dukungan infrastruktur dasar agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. Menurut dia, ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan lingkungan perumahan yang layak dan nyaman.
“Kami ingin ikut mendukung program pemerintah pusat dalam penyediaan 3.000 rumah bagi masyarakat. Karena itu, kami berharap persoalan jaringan listrik ini segera mendapatkan solusi, sehingga warga bisa menempati rumah dengan lebih nyaman,” katanya.(*)


























