Saungnarasi.com – Isu pengunduran diri secara mendadak Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dinas pendidikan Kabupaten Bungo saat ini menjadi sorotan publik dan penuh tanda tanya.
Terkabar, saat ini bersangkutan jarang ngantor meninggalkan tanggung jawab nya. Beredar isu, keputusan diambil karena kualahan atas tekanan banyak pihak, baik dari diintansi maupun luar instansi atas kepentingan-kepentingan tertentu.
Sumber menyebutkan, isu ini membuka sejarah baru dimana pekerjaan 94 paket proyek (Tender dan PL) diintansi ini mengalami carut marut. Dugaan banyak masalah, sudah terjadi addendum dan putus kontrak bagi rekanan juga diketahui publik.
” Apakah paktor internal, tekanan kepentingan atau lainnya. Itu saya tidak tahu. Setahu kami Rajab seorang professional. Kok tahun ini hancur seperti ini,” ujar sumber.
Kabarnya, audit pengunaan uang negara tengah dilakukan pihak inspektorat kabupaten Bungo diintansi ini terpaksa dihentikan sementara, terhambat dengan isu ini. Pasalnya pihak inspektorat menolak keras terjadinya nama baru pengganti jabatan PPTK.
Kadis pendidikan Bungo Endy saat diminta keterangan atas kebenaran isu tersebut belum merespon, baik lewat telpon maupun pesan washapp. Begitupun pejabat bersangkutan, miskipun saat ditelpon berdering sama sekali tidak merespon.
Sementara, Sekretaris Nasrun merespon konfirmasi lewat pesan washapp. Mengakui sekilas informasi tersebut dari atasannya langsung.
“W,salam….mohon maaf dindo secara spesifik ABG dak tau….memang Ado Impo sekilas dari pak kadis,,,tentang pengunduran ybs kemaren….Ado baik nya kompermasi dgn PA kegiatan pak Endy,SPD MM ( kadis Dikbud Bungo)🙏🏼🙏🏼🙏🏼,” balas Nasrun, meminta maaf tidak bisa mengangkat telpon, dengah mengikuti kegiatan HUT Provinsi Jambi.
Terpisah, Hasrizal mantan kadis pendidikan Bungo menyayangi isu tersebut mencuat ke publik. Menyebutkan secara aturan bersangkutan pejabat PPTK sudah di SKkan dan tidak bisa semena-mena.
” Bicara tekanan dan persoalan Apapun tidak ada urusan. Karena sudah ada SK bertanggung jawab penuh. Bersangkutan bisa Ikuti mekanis aturan yang ada. Berharap persoalan seperti tidak mencuat ke publik,” sebutnya.
Disisi lain, carut marut bakal terjadi pembangunan Bungo ditangan pihak ketiga untuk seluruh instansi pemerintah kabupaten Bungo anggaran 2025 sudah diprediksi banyak pihak dari awal. Pasalnya kesalahan dinas membuat kontrak diakhir tahun dengan masa kerja pendek ditambah lagi kendala cuaca.
Terpotret, pekerjaan dinas pendidikan khusus 2025 ini,hanya ada beberapa rekanan yang mampu menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di dinas pendidikan, PUPR dan dinas kesehatan mengalami persoalan yang sama. Tentu jauh harapan masyarakat karena tidak sesuai pernyataan bupati Bungo yang setiap kesempatan minta masing-masing OPD kerja cepat dan cepat. (Ans)



















Komentar