Suangnarasi.com- Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bungo sejak Rabu (13/5/2026) mengakibatkan sejumlah daerah dilanda banjir dan tanah longsor.
Berdasarkan data yang dirangkum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 4.386 rumah warga terdampak tersebar di 9 kecamatan. Tidak hanya banjir beberapa daerah terjadi longsor bahkan memakan korban.
Wakil Bupati Bungo, H. Tri Wahyu Hidayat, Jumat (15/5/2026). Menyampaikan bencana yang terjadi tidak hanya merendam ribuan rumah, namun juga menelan korban jiwa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor, sementara satu warga lainnya diduga tewas akibat tersengat aliran listrik saat banjir melanda.
“Seluruh fasilitas darurat ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga serta tempat berlindung sementara bagi masyarakat yang rumahnya sudah tidak bisa ditempati,” katanya.
Mengacu dari data BPBD dan polres Bungo yang baru didata sejauh ini dampak bencana alam dua anak dilaporkan meninggal dunia akibat longsor di Kecamatan Tanah Sepenggal.
Bencana longsor terjadi di RT 01 Kampung Kerikil, Desa Sungai Arang, wilayah hukum Polsek Muara Bungo. Material berupa tanah, batu dan pohon longsor di pinggir rumah warga.
Sementara itu, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Muko-Muko Bathin VII. Di Desa Pekan Jumat, sebanyak 30 rumah milik warga terdampak dengan ketinggian air mencapai 100 hingga 150 sentimeter. Sedangkan di Desa Bedaro, sekitar 460 rumah warga turut terendam dengan debit air mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Hingga kini air masih terus bertambah akibat hujan yang belum reda.
Banjir juga terjadi di Desa Leban, Kecamatan Rantau Pandan, dengan sekitar 250 rumah dan 200 kepala keluarga terdampak. Ketinggian air mencapai satu meter, namun pada Rabu malam debit air mulai berangsur surut.
Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas, banjir merendam sekitar 50 rumah warga di Kampung Payo Gedang RT 03 Desa Sungai Lilin. Bahkan akses jalan menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan akibat tingginya genangan air. Beberapa kecamatan lainnya masih menunggu laporan dari masing kecamatan.(*K)


























